Sukses, Open Mic di Stand Up Comedy UMM

Sukses, Open Mic di Stand Up Comedy UMM

Peluncuran Komunitas Stand Up Comedy Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (10/5) malam, sukses besar. Selain dihadiri 10 comic (istilah untuk penampil) dari kalangan mahasiswa UMM, tiga mahasiswa non-UMM serta diikuti dua comic dari kalangan dosen. Lebih dari 480 penonton memadati aula BAU yang hanya berkapasitas 200 tempat duduk. Akibatnya, lebih banyak yang berdiri dan menonton lewat jendela kaca dari luar ruangan.

Yulyani Kasih, mahasiswa Magister Studi Islam UMM, yang kini menjadi comic di Stand Up Comedy Kompas TV, mengaku tak menyangka penonton begitu membludak. Dia yakin kali ini merupakan Open Mic (istilah untuk performans) yang paling sukses. “Biasanya di kafe-kafe dengan penonton yang terbatas. Ini luar biasa,” katanya usai tampil membawakan komedi yang segar.

Penampilan dua dosen membuat penonton penasaran. Sugeng Winarno, dosen Komunikasi yang diangkat oleh komunitas ini sebagai pembina berhasil mengocok perut penonton, termasuk Pembantu Rektor III, Dr. Diah Karmiati, MSi. Guyonan penuh kritik itu semakin segar ketika dilanjutkan penampilan Nasrullah yang juga dosen Komunikasi.

“Acara ini tak hanya dihadiri PR III dan kepala Humas, tetapi juga oleh presiden dan wakil presiden, tapi dalam bentuk gambar” kata Sugeng sambil menengok kanan kiri ke arah foto Presiden dan Wapres. “Saya yakin, kalau pak SBY ikut Stand Up, pasti lucu, dan pasti dapat komentar dari Indro Warkop ‘kompor gas’.”

Tak mau kalah, Nasrullah juga mengomentari ketenaran SBY, namun kali ini dibandingkan dengan artis Julia Peres. Sama-sama berkaitan dengan Pacitan, karena SBY kelahiran kota kecil itu, sedangkan Jupe pernah nyalon Bupati di sana, tetapi Jupe dinilai lebih berhasil. “Jupe bisa mengangkat Pacitan lebih terkenal wisatanya ketika dia berjanji akan mengenalkan wisata Pacitan ke media massa,” katanya.”Lalu media bertanya, memangnya Pacitan punya tempat wisata? Pertanyaan itulah yang membuat semua media meliput Pacitan. Mungkin pak SBY kelelahan bikin lagi jadi gak sempat mikir Pacitan”.
Satu persatu comic tampil memukau membuat penonton tak bergemin dari aula. Mereka menunggu sampai acara selesai.

PR III mengaku senang dengan terbentuknya komunitas ini. Baginya, melucu adalah sebuah relaksasi yang penting di tengah-tengah ketegangan rutinitas kuliah dan belajar. “Lewat Stand Up Comedy, mahasiswa bisa meluangkan kreativitasnya, tetapi harus tetap idealis,” pesan PR III usai meresmikan komunitas ini.

Nasrullah mengatakan sudah menghubungi produser Stand Up Comedy MetroTV bahwa UMM siap menjadi tuan rumah untuk roadshow. Pihaknya yakin, dengan antusiasme mahasiswa dan kaum muda di Malang pada komunitas ini acara di UMM akan sukses. (uci/nas)

http://www.umm.ac.id/id/umm-news-2826-sukses-open-mic-di-stand-up-comedy-umm.html

Random Posts

Loading…

About sugengwin

S1 Ilmu Komunikasi FISIP UMM S2 Media and Information, Curtin University of Technology, Australia
This entry was posted in Stand Up Comedy. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha Garb (1.5)