Obama dan Media Sosial

Obama dan Media Sosial

Oleh SUGENG WINARNO *)

Barack Obama kembali terpilih menjadi presiden Amerika Serikat (AS) untuk kedua kalinya. Seperti banyak diberitakan media, Obama unggul atas rival beratnya, Mitt Romney dari partai Republik. Banyak yang bisa dipelajari dibalik sukses Obama. Salah satu yang menarik dicermati adalah strategi kampanye politik yang dijalankan bersama tim suksesnya.
Beberapa saat setelah perhitungan suara yang menyatakan keunggulan dirinya, Obama langsung mengucapkan terima kasih kepada para pemilihnya melalui twitter. “Ini semua terjadi berkat Anda, Terima kasih,” ujar Obama melalui akun twitter @BarackObama yang mempunyai lebih dari 22 juta followers itu. Tweet Obama ini langsung mendapat respon tidak saja dari para followers tetapi juga menjadi pemberitaan banyak media.
Sesaat kemudian Obama juga mempublish di twitter foto dirinya memeluk first lady Michelle Obama. “Four more years” demikian tweet Obama merespon hasil penghitungan suara yang menunjukkan keunggulannya atas Mitt Romney. Berselang tiga jam kemudian, Tweet Obama di retweet sebanyak 472.000 kali dan difavoritkan sebanyak 100.000 orang. Tweet Obama bahkan mengungguli Justin Bieber.

Manfaatkan Twitter
Mengapa Obama memilih media sosial sebagai media pertama untuk meluapkan perasaan kemenangannya? Karena Obama dan timnya sadar betul akan kekuatan media sosial ini. Sejak masa kampanye, twitter, facebook, dan beberapa media sosial lain telah dipilih sebagai sarana menarik simpati. Facebook Obama memiliki 32 juta fans. Melalui facebook juga banyak warga Amerika menuliskan harapan dan dukungan untuk dirinya.
Pada Pemilu 2008, majalah The Atlantic Monthly (2008) menurunkan laporan tentang mesin politik Obama. Kunci kesuksesan Obama adalah kemampuannya mengintegrasikan teknologi informasi ke dalam seluruh kampanyenya.
Model kampanye melalui media jejaring sosial ini memang murah meriah. Dengan koneksi internet yang sudah menjamur, mendaftar akun twitter dan facebook yang gratis, semakin menjadikan media sosial ini digandrungi banyak orang. Facebook misalnya, seumpama media ini adalah sebuah negara, saat ini jumlah penghuni facebook menduduki urutan terbesar ketiga setelah India dan China.
Media sosial memang populer, terutama di kalangan remaja. Kesuksesan Obama menarik simpati kaum muda pada pemilu 2008 kini kembali berulang. Menurut studi yang dilakukan oleh Pew Research Center for the People and the Press pada November 2008, Barack Obama memperoleh suara dari pemilih usia 18–29 tahun sebesar 66% dibandingkan John Mc Cain yang hanya sebanyak 31%.
Melalui media jejaring sosial, Obama dengan percaya diri, “menjual diri” dan mempengaruhi publik hingga ke pelosok negeri untuk bersama-sama bekerja membantu kampanyenya. Dukungan melalui media sosial ini tidak hanya untuk menambah jumlah perolehan suara, tetapi juga untuk menggalang dana dari para simpatisan.
Seperti diberitakan oleh AP, Partai Demokrat, tempat Obama bernaung berhasil meraup dana kampanye hingga US$ 114 juta atau sekitar Rp 1,02 triliun selama bulan Agustus. Pada bulan September sebanyak 181 juta dolar AS. Tim sukses Obama juga melansir jumlah pendonor mencapai lebih dari 40 juta orang. Angka ini menjadi rekor baru dalam sejarah penggalangan dana kampanye AS.


Dari sekian banyak dana tersebut, digunakan tim sukses Obama untuk kampanye melalui beragam media. Hingga total dana kampanye yang dihabiskan untuk pilpres AS kali ini sebesar 9,6 trilliun. Angka ini 10 kali lipat dari dana kampanye pada pemilu tahun 2008. Mengutip Washington Post, pilpres kali ini adalah yang termahal sepanjang sejarah Negeri Paman Sam itu.

Karisma Obama
Philips J Vermonte (2008) menyatakan Obama adalah figur fenomenal dalam politik AS. Namun, idealisme dan pengalamannya selama beberapa tahun menjadi community organizer di sudut miskin Chicago selepas lulus Universitas Harvard meyakinkan Obama bahwa politik harus bersifat bottom-up, bukan top-down. Keyakinan untuk mewujudkan politik bottom-up ini mewarnai cara Obama mengelola kampanyenya.
Obama juga menggandeng dan didukung banyak kalangan publik figur. Banyak artis penyanyi maupun bintang film yang menyatakan dukungan pada Obama. Sebut saja misalnya legenda rock Bruce Springsteen turut serta dalam kampanye terakhir Obama di Wisconsin, Ohio, dan Iowa. Dari banyak studi menjelaskan bahwa peran selebritis endoser dalam turut memenangkan pemilu hasilnya memang cukup signifikan.
Citra Michelle Obama sebagai ibu negara juga sangat simpatik. Michelle dalam banyak liputan media nampak sebagai seorang ibu dan pribadi yang hangat dan keibuan. Michelle bisa jadi juga merupakan senjata ampuh yang dapat mendulang popularitas Obama.
Salah satu kelebihan Obama yang lain adalah karismanya yang kuat. Karisma presiden yang berusia 51 tahun ini ditandai dengan kepiawaiannya berpidato. Daya tarik inilah yang menjadikan mengapa Obama tampil begitu fenomenal dalam kampanye pemilihan presiden AS sejak pemilu tahun 2008 hingga sekarang.
Barach Obama memang seorang orator ulung. Masih terngiang dalam ingatan kita begitu banyak orang terpukau ketika beberapa tahun silam berkunjung ke Jakarta. Dalam pidatonya, Obama mengucapkan kata “Nasi goreng, Sate, Soto, Bakso,…”. Dan ucapan itu menimbulkan simpati yang luar biasa dari semua yang hadir langsung di acara itu maupun yang menyaksikan lewat televisi.
Belajar dari sukses kampanye Obama, ada banyak faktor yang bersinergi. Uang, strategi pilihan media yang tepat, brand building, message management dan community engagement. Seberapa besar dana yang dimiliki, secanggih apapun media yang dipilih, tetapi kalau tidak ada sesuatu yang “dijual” oleh kandidat, hasilnya juga akan sia-sia.
Biar tidak jadi pepesan kosong, kandidat yang dikampanyekan harus benar-benar “marketable”. Semoga ini bisa menjadi pelajaran berharga bagi para politikus di negeri ini.

*) SUGENG WINARNO, MA.
Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang
**) Artikel ini pernah ditulis untuk harian Republika, 8/11/2012

Random Posts

Loading…

About sugengwin

S1 Ilmu Komunikasi FISIP UMM S2 Media and Information, Curtin University of Technology, Australia
This entry was posted in Tulisan Saya di Media. Bookmark the permalink.

4 Responses to Obama dan Media Sosial

  1. Mr. Obama memang jagonya memanfaatkan internet dan situs sosial media. Para politisi kita juga banyak yang meniru gaya obama itu… berhasil nggak ya ?!

  2. Di Indonesia sebenarnya juga sudah ada yang berhasil, Jokowi contohnya.Bagaimana team sukses mereka bisa menggiring opini masyarakat melalui dunia maya baik social media dan forum2. internet indonesia memang harus di tingkatkan kecepatanya tapi tak menghalangi kita untuk terus berjuang karena internet lelet but I hat slow…?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha Garb (1.5)