Bungkus Rokok Yang Menakutkan

gambar rokok
Bungkus Rokok Yang Menakutkan
Oleh Sugeng Winarno *)

Pemerintah akhirnya mengeluarkan peraturan tentang pencantuman foto dampak buruk merokok dibungkus rokok. 40 persen bungkus rokok harus berisi visual yang menggambarkan bahaya rokok bagi kesehatan. Upaya menakut-nakuti perokok ini sengaja ditempuh untuk mengurangi jumlah perokok yang terus meningkat. Hingga kini, Indonesia merupakan salah satu negara dengan tingkat kebiasaan merokok tertinggi di dunia.

Undang-undang tentang rokok memang telah disahkan sejak tahun 2009. Namun peraturan terperinci soal rokok baru dilansir, Rabu (9/1) di kantor Sekretariat Negara. Perusahaan rokok memiliki waktu 18 bulan untuk melaksanakan aturan tersebut.

Dalam peraturan baru itu juga melarang produsen menggunakan kategori “mild” dan “light” (ringan) terkait produk rokok mereka, karena istilah tersebut dianggap menyesatkan.
Selama ini perang melawan perokok sudah banyak dilakukan dengan menampilkan tulisan peringatan tentang bahaya rokok pada bungkus dan iklan rokok. Di tempat-tempat tertentu, di kantor-kantor, mal, dan public places sudah dibuat kawasan bebas asap tembakau. Bahkan Perda yang mengatur kawasan no smoking area sudah dibuat di masing-masing pemerintah daerah.

Rokok, Candu Yang Mematikan
Beragam ajakan menjauhkan masyarakat dari rokok ternyata belum cukup jitu. Sebuah survei yang dirilis tahun 2012 oleh WHO dan pusat pengawasan dan pencegahan penyakit di Amerika menemukan bahwa 67 persen dari semua pria di Indonesia yang berusia lebih dari 15 tahun adalah perokok aktif. Dua dari tiga pria di Indonesia memiliki kebiasaan merokok. Sementara sekitar 3 persen perempuan Indonesia juga perokok.

Angka kematian akibat penyakit tidak menular yang berhubungan dengan rokok diperkirakan terus meningkat. Sedikitnya 5 juta orang meninggal di seluruh dunia akibat penyakit yang disebabkan oleh tembakau setiap tahunnya. Jumlah ini dikhawatirkan akan mencapai 10 juta pertahun pada tahun 2030 dimana 70% kematian terjadi di negara-negara berkembang. Menurut WHO, penyakit yang terkait merokok membunuh paling sedikit 200.000 orang setiap tahun di Indonesia, dimana sekitar 25 persen remaja laki-laki berusia 13 sampai 15 tahun merokok.

Kanker termasuk jenis penyakit tidak menular yang bisa dikaitkan dengan asap rokok. Dari seluruh kasus kematian akibat kanker paru-paru, diperkirakan 71% di antaranya berhubungan dengan asap rokok atau terjadi pada perokok atau orang yang tinggal di lingkungan perokok. Karena itu masyarakat perlu mengetahui informasi secara gamblang mengenai bahaya merokok.

Keputusan konsumen untuk membeli rokok tidak didasarkan pada informasi yang cukup tentang risiko produk yang dibeli, efek ketagihan dan dampak lainnya. Apalagi hampir 80% perokok mulai merokok pada usia remaja, sekitar 19 tahun. Pada usia yang rawan ini, remaja berhadapan dengan gencarnya iklan dan citra yang dijual oleh industri rokok. Pada diri remaja kebanyakan kemampuan untuk menilai dan mengambil keputusan dengan benar belum dimiliki. Umumnya orang mulai merokok sejak muda dan tidak tahu risiko mengenai bahaya adiktif rokok.

Efektifitas Bungkus Rokok Bergambar
Pesan visual berupa gambar memang mempunyai kekuatan yang lebih kalau dibandingkan dengan pesan verbal atau hanya sekedar tulisan. Peraturan lama, di Indonesia PP No. 19 Tahun 2003 menyatakan peringatan harus berbentuk tulisan. Hanya satu jenis peringatan yang terdiri dari 5 pesan kesehatan. Pesan kesehatan itu pun tidak pernah diganti dan tidak diberi penjelasan mengenai ketentuan luas serta ukuran peringatan kesehatan.

Sementara peringatan berupa teks mengenai bahaya merokok pada bungkus rokok terbukti tidak efektif. Riset yang dilakukan Pusat Penelitian Kesehatan FKMUI menunjukan76% atau tiga perempat lebih dari responden (baik perokok maupun bukan perokok) menginginkan pesan kesehatan berbentuk gambar dan tulisan.
Penelitian baru di Amerika menyimpulkan gambar pada kemasan rokok di banyak negara, lebih efektif daripada peringatan tertulis larangan merokok. Menurut James Thrasher, peneliti utama di Universitas South Carlina, label bergambar lebih mudah dipahami dibandingkan peringatan dengan tulisan di kemasan rokok.

Gambar lebih mampu mempengaruhi perilaku dan merubah sikap orang untuk tidak merokok. Peringatan kesehatan berbentuk gambar akan memberikan gambaran grafis tentang komplikasi penyakit akibat merokok. Hal ini juga secara langsung maupun tidak langsung dapat menangkal iklan rokok yang cenderung menyesatkan.

Peringatan yang lebih keras, yang menunjukkan kerusakan fisik akibat merokok, lebih efektif daripada gambar lain, seperti gambar orang menderita dampak merokok atau gambar yang lebih simbolis atau abstrak, misalnya, batu nisan yang menunjukkan kematian akibat merokok.

Di negara-negara seperti Kanada, Brazil, Australia, Uruguay, Venezuela, Polandia dan India telah menerapkan peringatan berbentuk gambar. Di kawasan ASEAN, pada tahun 2003 Singapura menjadi negara pertama yang menerapkan peringatan bahaya merokok berbentuk gambar. Thailand kemudian mengikuti jejak Singapura dua tahun setelahnya. Sekarang lebih dari 40 negara telah menempatkan label peringatan kesehatan dalam bentuk gambar.

Peran serta masyarakat baik secara individu, kelompok atau lembaga dibutuhkan dalam rangka mewujudkan derajat kesehatan yang optimal. Pembinaan atas penyelenggaraan pengamanan produk tembakau sebagai zat adiktif bagi kesehatan dilaksanakan melalui pemberian informasi dan edukasi serta pengembangan kemampuan masyarakat untuk berperilaku hidup sehat. Sebab masyarakat berhak mendapat informasi dan peringatan yang jelas tentang dampak yang ditimbulkan akibat merokok.

Menghentikan kebiasaan merokok memang tidak muda, tetapi terbukti banyak yang berhasil. Namun kalau semua orang lari dari rokok lantas bagaimana dengan nasib para petani tembakau? Bagaimana pula karyawan pabrik rokok yang jumlahnya tidak sedikit? Bagaimana pula pemasukan negara lewat cukai rokok yang selama ini jumlahnya cukup fantastik? Tentu upaya solutif perlu segera dibuat biar kebijakan perihal rokok tidak simalakama bagi pemerintah, juga masyarakat.

*) SUGENG WINARNO, MA
Dosen Ilmu Komunikasi FISIP Universitas Muhammadiyah Malang.

Random Posts

Loading…

About sugengwin

S1 Ilmu Komunikasi FISIP UMM S2 Media and Information, Curtin University of Technology, Australia
This entry was posted in Tulisan Saya di Media. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Captcha Garb (1.5)